
GAWAT! SUARA PASIEN INI TERDENGAR
SATU SISI SAJA
KELOMPOK : 9
Blok : 19
LBM : 2
Tutor : Ns. Ns. Afidhul Umam S.Kep
Nama Kelompok :
1. Caraka
Harya Wicaksana (30901301627)
2. Ella
Awalina (30901301736)
3. Elya
Aristantia (30901301643)
4. Himmatul
Cahyani (30901301657)
5. Laila
Hidayatul Hikmah (30901301672)
6. Lucky
Ariesta Aprilianto P (30901301746)
7. Muhammad Ma’mun Fikri (30901301682)
8. Nur
Azizah (30901301695)
9. Shinta
Mawarni (30901301612)
10. Siti
Muamanah (30901301709)
11. Sitti
Nurhaisa (30901301759)
12. Wahyu
Prasetyo (30901301722)
Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
2016
Small
Group Discussion I
Judul
Skenario : Gawat! Suara Paru
Pasien Ini Terdengar satu Sisi Saja
SKENARIO
Seorang
laki-laki 18 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas akibat terbentur
benda keras pada saat tawuran. Perawat jaga segera melakukan pengkajian. Pada
jalan napas tidak ada sumbatan, Nampak deviasi trakea kesisi kiri dan distensi
vena leher. Terdapat jejas diarea dada sebelah kanan. Gerakan dada kiri lebih
aktif disbanding dada kanan. Bising napas didada kanan lebih lemah dibandingkan
dada kiri. HR : 115x/menit. TD : 100/60 mmHg, RR : 36/menit. Dokter
mendiagnosis pasien mengalamiTension Pneumothoraks kemudian segera menolong
pasien dan melakukan kolaborasi dengan perawat untuk melakukan tindakan needle
thoracosintesis. Beberapa saat setelah dilakukan tindakan needle
thorakosintesis ternyata RR pasein masih 33x/menit. Membaik atau tidak ya, kondisinya?
Kata
Kunci : Needle thorakosintesis, defiasi trakea,
distensi vena leher,
Masalah :
Tension Pneumothoraks
Step
1
Menentukan
Kata Sulit
1. Defiasi
trakea (fikri Mahashura)
Menurut jawaban Wahyu
Prasetyo : Defiasi trakea adalah perubahan bentuk pada trakea, adanya
penggeseran trakea ke kanan atau kekiri. Perubahan anatomis.
Step
2
Membuat
Pertanyaan
1. What
is the tension pneumothoraks ? Wahyu Prasetyo
2. What
is the etiology of tension pneumothoraks ? Ella Awalina
3. What
is complication of tension pneumothoraks ? Elya Aristantia
4. What
are the management of the tension pneumothoraks ? Shinta Mawarni
5. What
are sign and symptom of the tension pneumothoraks ? Muhammad Ma’mun Fikri
6. What
are the diagnostic test of tension pneumothoraks ? Caraka Harya Wicaksana
7. What
is the phatofisiology of tension pneumothoraks ? Himmatul Cahyani
8. What
are nursing care of tension pneumothoraks ? Siti Muamanah
9. What
are classification of breathing disorder ? Laila hidayatul Hikmah
10.
Apakah indikasi dari needle thorakosintesis
? Sitti Nurhaisa
11.
What are the prevent of tension
pneumothoraks ? Lucky Ariesta Aprilianto P.
12.
How are the step of the needle
thorakosintesis ? Nur Azizah
13.
What is the definition of needle
thorakosistesis? Laila Hidayatul Hikmah
14.
What is the risc factor of tension
pneumothoraks ? Sitti Nurhaisa
15.
Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah
kiri dan disfensi vena leher?
Step
3
Jawaban
Pertanyaan
1. What
is the tension pneumothoraks ?
a. Menurut
jawaban Sitti Nurhaisa : Tension pneumothoraks adalah adanya udara yang ada di
rongga paru yang masuk dari luka di paru dan tidak dapat keluar secara alami.
b. Menurut
jawaban Shinta Mawarni : Tension pneumothoraks adalah penumpukan udara dalam
pleura yang berlebihan dan tidak bisa keluar.
c. Menurut
jawaban Lucky ariesta A.P : Tension pneumothoraks adalah keadaan dimana
paru-paru dimasuki oleh udara tapi tidak bisa keluar seperti biasanya
d. Menurut
jawaban Laila Hidayatul H. : Tension pneumothoraks adalah suatu komplikasi dari
pneumotoraks dimana di paru-paru ada penumpukan udara dan udara semakin
bertambah saat inspirasi dan ekspirasi tidak bisa dikeluarkan.
2. What
is the etiology of tension pneumothoraks ?
Menurut jawaban sitti
Nurhaisa : Penyebab tension
pneumothoraks adalah adanya traumatic seperti tusukan yang menembus rongga
pleura ( masih dalam keadan tertutup) sehingga udara masuk dalam rongga pleura
dalam jumlah yang berlebihan.
3. What
is complication of tension pneumothoraks ?
a. Menurut
jawaban Lucky Ariesta A.P : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu sesak napas
b. Menurut
jawaban Muhammad Ma’mun
Fikri : Komplikasi tension pneumothoraks
yaitu gagal napas
c. Menurut
jawaban Wahyu Prasetyo : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu gagal napas
karena adanya tekanan antara rongga pleura dan paru dan kematian
d. Menurut
jawaban Laila Hidayatul H. : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu kolaps paru
karena paru tergenjat, henti jantung (jantung terdesak)
4. What
are the management of the tension pneumothoraks ?
5. What
are sign and symptom of the tension pneumothoraks?
a. Menurut
jawaban Ella Awalina : Tanda dan gejala tension pneumothoraks yaitu timbulnya
nyeri pada dada, sasak napas, pergerakan dada tidak simetris, adanya kebiruan
pada dada
b. Menurut
jawaban Himmatul Cahyani : Tanda dan gejala tension pneumothoraks yaitu suara
perkusi paru hipersonor (nyaring) karena udara berlebihan, terdapat defiasi
trakea,sesak napas
c. Menurut
jwaban Wahyu Prasetyo : Tanda utama/khas pada pasien tension pneumothoraks
adalah pembesaran vena jugularis (daerah leher) karena adanya defiasi trakea,
terdesaknya vena dan arteri besar di area paru, adanya jejas di daerah thoraks
6. What
are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
7. What
is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
8. What
are nursing care of tension pneumothoraks ?
9. What
are classification of breathing disorder?
10. Apakah
indikasi dari needle thorakosintesis ?
Menurut jawaban Lucky
Ariesta P : Indikasi dari needle thorakosintesis yaitu pasien dengan tension
pneumothoraks,
11.
What are the prevent of tension
pneumothoraks?
a. Menurut
jawaban Caraka Harya W : Pencegahan tension pneumothoraks yaitu hindari trauma
pada bagian dada/thoraks
b. Menurut
jawaban Wahyu Prasetyo : Pencegahan tension pneumothoraks yaitu menghindari
udara malam karena adanya tekanan atmosfir
12.
How are the step of the needle
thorakosintesis ?
Menurut jawaban Muhammad Ma’mun Fikri
:
Tahap-tahap melakukan needle thorakosistes yaitu tentukan daerah trauma, beri
needle ukuran nomor empat belas, tusukan pada bgian yang terjadi trauma, ICS 2,
buka aboket seteah masuk.
13.
What is the risc factor of Tension Pneumothoraks
?
a. Menurut
jawaban Lucky Ariesta A.P : Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks
yaitu erjadinya kecelakaan yang luar biasa pada daerah dada, adanya luka pada
paru yang menyebabkan udara merembes keluar ke rongga pleura
b. Menurut
jawaban Nur Azizah : Factor resiko
terjadinya tension pneumothoraks yaitu adanya luka pada pleura, merokok.
c. Menurut
jawaban Muhammad Ma’mun
Fikri : Factor resiko terjadinya tension
pneumothoraks yaitu umur resiko mudah kecelakaan
d. Menurut
jawaban Caraka Harya K : Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks yaitu
faktor pekerjaan seperti pembalap
14.
Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah
kiri dan disfensi vena leher?
Menurut jawaban Wahyu
Presetyo : Adanya trauma dan benturan,
adanya trauma di thoraks yang menyebabkan perbedaan tekanan di pleura dan paru.
Defiasi ke arah kiri dikarenakan adanya dorongan disfensi leher yang mendesak
trakea terdorong kea rah kiri.
Step
4 :
Konsep
Map
Step
5
| |||||||||||||||
Pertanyaan Learning Issue
1. 1. What is
the etiology of tension pneumothoraks ?
2. What are the management of the tension pneumothoraks ?
3. What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
4. What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
5. What are nursing care of tension pneumothoraks ?
6. What are classification of breathing disorder?
7. Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ?
8. Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
Step 6
2. What are the management of the tension pneumothoraks ?
3. What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
4. What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
5. What are nursing care of tension pneumothoraks ?
6. What are classification of breathing disorder?
7. Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ?
8. Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
Step 6
Belajar Mandiri
Small
Group Discussion II
Step 7
Jawaban Learning Issue
1.
What is
the etiology of tension pneumothoraks ?
a.
Menurut
jawaban Lucky Ariesta A.P : Penyebab tension pnumothoraks yaitu :
1)
Tension pneumothoraks primer : terjadi tanpa
disertai penyakit paru yang mendasarinya
2)
Tensioan pneumothoraks sekunder : terjadi akibat komplikasi dari penyakit yang sebelumnya
3)
Tension pneumothokas traumatik : terjadi akibat cedera pada dada
4)
Tension pneumothoraks karena tekanan
b.
Menurut
jawaban Himmatul Cahyani. : Penyebab tension pneumothoraks adalah karena iatrogenik atau
berhubungan dengan trauma. Seperti :
1)
Trauma benda tumpul atau tajam
2)
Pemasangan kateter vena sentral (ke dalam pembuluh
darah pusat), biasanya vena subclavia atau vena jugular interna (salah arah
kateter subklavia).
3)
Komplikasi ventilator
4)
Ketidakberhasilan mengatasi pneumothoraks terbuka
ke pneumothoraks sederhana di mana fungsi pembalut luka sebagai katup 1 arah
(Alagaff, Hood,dkk.2005)
c.
Menurut
jawaban Shinta Mawarni : Penyebab tension pneumothoraks yaitu terdiri dari:
1)
Trauma benda tumpul atau tajam yaitu meliputi
gangguan salah satu pleura visceral atau parietal dan sering dengan patah
tulang rusuk (patah tulang rusuk tidak menjadi hal yang penting bagi terjadinya
Tension Pneumotoraks).
2)
Adanya tekanan yaitu terjadi jika paru-paru mendapatkan tekanan
berlebihan sehingga paru-paru mengalami kolaps. Tekanan yang berlebihan juga
bisa menghalangi pemompaan darah oleh jantung secara efektif sehingga terjadi
syok.
(Doenges, Marylin E.
2009)
2.
What
are the management of the tension pneumothoraks ?
a.
Menurut
jawaban Sitti Nurhaisa : Penatalaksanaan tension pneumothorak yaitu tindakan
nedle thoracocentesis atau needle decompression.
1)
Tentukan
lokasi di ICS 2 linea mid clavikula
2)
Melakukan
desinfeksi dan memperkecil lapangan operasi dengan doek lobang
3)
Gunakan
jarum nomer besar (14) untuk menusuk tepi atas iga ketiga
4)
Cabut
jarum dari abbocath. Boleh difiksasi boleh tidak
5)
Kemudian
dilanjutkan dengan tindakan pemasangan WSD. (Rachmad, KB, Tjahyono, AS,
Wibawanto, AW, et al.2002.)
b.
Menurut
jawaban Ella Awalina : Penatalaksanaan dari tension pneumothoraks yaitu:
1)
Terapi
oksigen dapat meningkatkan reabsorpsi udara dari ruang pleura.
2)
Drainase
sederhana untuk aspirasi udara pleura menggunakan kateter berdiameter kecil
(seperti 16 gauge angio-chateter / kateter drainase yang lebih besar)
3)
Penempatan
pipa kecil yang dipasang satu jalur pada katup helmic untuk memberikan
perlindungan terhadap serangan tension pneumotoraks
4)
Farmakologi
(Obat simptomatis untuk keluhan nyeri dada)
(Alagaff, Hood, dkk. 2005)
3.
What
are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
a.
Menurut
jawaban Muhammad Ma’mun Fikri : Diagnosa test yang dilakukan yaitu:
1)
Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara / cairan
pada area pleural; dapat menunjukan penyimpangan struktur mediastinal.
2)
GDA : variabel tergantung dari derajat fungsi paru
yang dipengaruhi, gangguan mekanik pernapasan dan kemampuan mengkompensasi.
3)
Torasentesis : menyatakan darah / cairan sero
sanguinosa.
4)
Hb : mungkin menurun, menunjukkan kehilangan darah
(Bosswick, John A., Jr.2006)
b.
Menurut
jawaban ELya Aristantia : Dignostik test yang dilakukan yaitu :
1)
Foto Thoraks
2)
CT-Scan
(Muttaqin, Arif. 2008)
4.
What is
the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
a.
Meneurut
jawaban Wahyu Prasetyo : patofisiologi tension pneumothoraks adalah terjadi
ketika udara dalam rongga pleura memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada
udara dalam paru sebelahnya. Udara memasuki rongga pleura dari tempat
ruptur pleura yang bekerja seperti katup satu arah.Udara dapat memasuki
rongga pleura pada saat inspirasi tetapi tidak bisa keluar lagi karena
tempatruptur tersebut akan menutup pada saat ekspirasi., Pada saat inspirasi
akan terdapat lebih banyak udara lagi yang masuk dan tekanan udara mulai
melampaui tekanan. Peningkatan tekanan udara akan mendorong paru yang
dalam keadaan recoiling sehingga terjadi atelektasis kompresi. Udara juga
menekan mediastinum sehingga terjadi kompresi serta pergeseran jantung dan
pembuluh darah besar. Udara tidak bisa keluar dan tekanan yang semakin
meningkat akibat penumpukan udara ini menyebabkan kolaps paru. Ketika udara
terus menumpuk dan tekanan intrapleura terus meningkat, mediastinum akan
tergeser dari sisi yang terkena dan aliran balik vena menurun. Keadaan ini
mendorong jantung, trakea, esofagus dan pembuluh darah besar berpindah ke sisi yang sehat sehingga terjadi penekanan
pada jantung serta paru kesisi
kontralateral yang sehat. (Kowalak, Jennifer P. dkk, 2011)
5.
What
are classification of breathing disorder?
a.
Menurut
jawaban Caraka Harya Wicaksana : klsifikasi tension pneumothoraks yaitu :
1)
Tension
pneumothoraks (px sesak, trakea bergesar dan disertai distensi vena jugularis)
tindakannya adalah needle thoracosintesis di ICS 2 midclavikula
2)
Open
pneumothoraks (adanya sucking cest wound pada luka, yaitu paru menghisap udara
lewat lubang luka) tindakannya adalah tutup kassa 3 sisi yg kedap udara
3)
Masive
Haematothoraks (perdarahan dirongga thoraks) lapor dokter untuk segera WSD
4)
Flail
chest dengan Kontusio paru perlu definitive (Anonim. 2010)
6.
Apakah
indikasi dari needle thorakosintesis ?
Menurut jawaban Nur Azizah : Indikasi
dilakukan needle thorakosintesis yaitu :
1)
Tension pneumothorak
2)
Sebagai diagnostik dan teurapetik (seperti pada
efusi pleura dengan penyebab yang belum diketahui)
3)
Untuk evakuasi segera udara atau cairan dari ruang
pleura
(Alagaff, Hood, dkk. 2005)
7.
Kenapa
terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
a.
Menurut
jawaban Siti Muamanah : penyebab terjadinya defiasi trakea kearah kiri karena
pada tension
pneumothoak terjadi
peningkatan tekanan udara yang mengakibatkan udara menekan kesegala arah sehingga trakea terdorong
kontralateral sedangkan distensi vena leher
terjadi karena pada tenseion pneumotorak
tekanan vena kava superior membuat tahanan pada darah yang kembali ke jantung sehingga JVP meningkat dan terjadi disfensi pada vena leher.
b.
Menurut
jawaban Laila Hidayatul H : Penyebab terjadinya defiasi trakea kearah kiri akibat makin
bertumpuknya udara dalam rongga pleura, parenkhim paru terdesak, kolaps,
mediastinum bergeser kearah dada yang sehat. Tekanan tinggi pada thoraks dan
bergesernya mediastinum yang berisi jantung dan pembuluh darah besar
mengakibatkan venous return berkurang. Penderita mengalami syok, vena-vena
leher melebar dan trakhea terdorong kearah yang sehat.
( Purnabawa, I Wayan Ade, Putu Pramana Suarjaya. 2013)
8.
What
are nursing care of tension pneumothoraks ?
Menurut jawaban Shinta Mawarni dan Elya
Aristantia : Asuhan Keperawatan pada scenario yaitu :
a.
Pengkajian
1)
Aktivitas
/ istirahat Gejala : Dispnea dengan aktivitas ataupun istirahat.
2)
Sirkulasi
3)
Tanda :
Takikardi, frekuensi tidak teratur (disritmia)
4)
Psikososial
: Ketakutan, gelisah
5)
Nyeri /
kenyamanan : Perilaku distraksi, mengerutkan wajah
6)
Pernapasan
: Kesulitan bernapas
7)
Keamanan
: Adanya trauma dada
b.
Diagnosa
NO
|
ANALISA DATA
|
PROBLEM
|
ETIOLOGI
|
1.
|
Ds : pasien mengeluhkan sesak napas akibat terbentur
benda keras pada saat tawuran.
Do : nampak deviasi trakea ke sisi kiri dan distensi
vena leher. Terdapat jejas di area dada sebelah kanan. Gerakan dada kiri
lebih aktif dibandingkan dada kanan, bising napas di dada kanan lebih lemah
daripada kiri, HR : 115x/m, TD : 100/60 mmHg, RR : 36x/m.
|
Ketidakefektifan pola nafas
|
Hiperventilasi
|
c. Intervvensi
:
Diagnosa : Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi
NOC : Respiratory status : Ventilation
Respira
tory status : Airway patency
Vital
sign status
NIC :
a) Awasi kesesuaian pola pernapasan bila menggunakan
ventilasi mekanik, catat perubahan tekanan udara.
b) Auskultasi bunyi napas
c) Catat pengembangan dada dan posisi trakea
((Nurarif, Amin Huda.2015)
Daftar Pustaka
Alagaff, Hood, Dkk.
2005. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit
Paru. Surabaya : Airlangga University Press.
Anonim. 2010. Basic Trauma Life Support
Dan Basic Cardiac Life Support Ed. III. Jakarta: Yayasan Ambulans Gawat
Darurat 118
Bosswick, John A.,
Jr.2006. Perawatan Gawat
Darurat. Jakarta : EGC.
Doenges, Marylin E.
2009. Rencana Asuhan
Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi
3. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kowalak, Jennifer P. Dkk ; Buku Ajar
Patofisiologi : “SISTEM PERNAPASAN- PNEUMOTHORAKS :
BAB.7-Hal.253 : EGC-Jakarta, 2011
Muttaqin, Arif. 2008.Asuhan
Keperawatan Pada Klien Dangan Gangguan System Pernapasan. Jakarta: Salemba
Medika
Nurarif,
Amin Huda.2015. NANDA NIC.NOC ASUHAN KEPERAWATAN.Yogyakarta: Medication
Peblishing
Purnabawa, I Wayan Ade,
Putu Pramana Suarjaya. 2013. Identifikasi Awal Dan Bantuan Hidup Dasar Pada
Pneumotoraks.
Rachmad, KB, Tjahyono, AS, Wibawanto, AW, Et
Al.(2002). Penanganan Trauma Thorax. 1st Ed..
Jakarta : Subbag Ilmu Bedah Thorax : FKUI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar