Minggu, 09 Oktober 2016

Laporan LBM 2

2x5







GAWAT! SUARA PASIEN INI TERDENGAR SATU SISI SAJA
KELOMPOK : 9
Blok          : 19
LBM         : 2
Tutor         : Ns. Ns. Afidhul Umam S.Kep
Nama Kelompok :
1.      Caraka Harya Wicaksana                    (30901301627)
2.      Ella Awalina                                       (30901301736)
3.      Elya Aristantia                                    (30901301643)
4.      Himmatul Cahyani                              (30901301657)
5.      Laila Hidayatul Hikmah                     (30901301672)
6.      Lucky Ariesta Aprilianto P                 (30901301746)
7.      Muhammad Ma’mun Fikri                  (30901301682)
8.      Nur Azizah                                          (30901301695)
9.      Shinta Mawarni                                   (30901301612)
10.  Siti Muamanah                                    (30901301709)
11.  Sitti Nurhaisa                                      (30901301759)
12.  Wahyu Prasetyo                                  (30901301722)

Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
2016

Small Group Discussion I

Judul Skenario            : Gawat! Suara Paru Pasien Ini Terdengar satu Sisi Saja
SKENARIO              
Seorang laki-laki 18 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas akibat terbentur benda keras pada saat tawuran. Perawat jaga segera melakukan pengkajian. Pada jalan napas tidak ada sumbatan, Nampak deviasi trakea kesisi kiri dan distensi vena leher. Terdapat jejas diarea dada sebelah kanan. Gerakan dada kiri lebih aktif disbanding dada kanan. Bising napas didada kanan lebih lemah dibandingkan dada kiri. HR : 115x/menit. TD : 100/60 mmHg, RR : 36/menit. Dokter mendiagnosis pasien mengalamiTension Pneumothoraks kemudian segera menolong pasien dan melakukan kolaborasi dengan perawat untuk melakukan tindakan needle thoracosintesis. Beberapa saat setelah dilakukan tindakan needle thorakosintesis ternyata RR pasein masih 33x/menit. Membaik atau tidak ya, kondisinya?
Kata Kunci                  :  Needle thorakosintesis, defiasi trakea, distensi vena leher,
Masalah                       : Tension Pneumothoraks
Step 1
Menentukan Kata Sulit
1.    Defiasi trakea (fikri Mahashura)
Menurut jawaban Wahyu Prasetyo : Defiasi trakea adalah perubahan bentuk pada trakea, adanya penggeseran trakea ke kanan atau kekiri. Perubahan anatomis.
Step 2
Membuat Pertanyaan
1.    What is the tension pneumothoraks ? Wahyu Prasetyo
2.    What is the etiology of tension pneumothoraks ? Ella Awalina
3.    What is complication of tension pneumothoraks ? Elya Aristantia
4.    What are the management of the tension pneumothoraks ? Shinta Mawarni
5.    What are sign and symptom of the tension pneumothoraks ? Muhammad Ma’mun Fikri
6.    What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ? Caraka Harya Wicaksana
7.    What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ? Himmatul Cahyani
8.    What are nursing care of tension pneumothoraks ? Siti Muamanah
9.    What are classification of breathing disorder ? Laila hidayatul Hikmah
10.                   Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ? Sitti Nurhaisa
11.                   What are the prevent of tension pneumothoraks ? Lucky Ariesta Aprilianto P.
12.                   How are the step of the needle thorakosintesis ? Nur Azizah
13.                   What is the definition of needle thorakosistesis? Laila Hidayatul Hikmah
14.                   What is the risc factor of tension pneumothoraks ? Sitti Nurhaisa
15.                   Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
Step 3
Jawaban Pertanyaan
1.    What is the tension pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Sitti Nurhaisa : Tension pneumothoraks adalah adanya udara yang ada di rongga paru yang masuk dari luka di paru dan tidak dapat keluar secara alami.
b.    Menurut jawaban Shinta Mawarni : Tension pneumothoraks adalah penumpukan udara dalam pleura yang berlebihan dan tidak bisa keluar.
c.    Menurut jawaban Lucky ariesta A.P : Tension pneumothoraks adalah keadaan dimana paru-paru dimasuki oleh udara tapi tidak bisa keluar seperti biasanya
d.   Menurut jawaban Laila Hidayatul H. : Tension pneumothoraks adalah suatu komplikasi dari pneumotoraks dimana di paru-paru ada penumpukan udara dan udara semakin bertambah saat inspirasi dan ekspirasi tidak bisa dikeluarkan.
2.    What is the etiology of tension pneumothoraks ?
Menurut jawaban sitti Nurhaisa :  Penyebab tension pneumothoraks adalah adanya traumatic seperti tusukan yang menembus rongga pleura ( masih dalam keadan tertutup) sehingga udara masuk dalam rongga pleura dalam jumlah yang berlebihan.

3.    What is complication of tension pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Lucky Ariesta A.P : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu sesak napas
b.    Menurut jawaban Muhammad Ma’mun Fikri : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu gagal napas
c.       Menurut jawaban Wahyu Prasetyo : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu gagal napas karena adanya tekanan antara rongga pleura dan paru dan kematian
d.      Menurut jawaban Laila Hidayatul H. : Komplikasi tension pneumothoraks yaitu kolaps paru karena paru tergenjat, henti jantung (jantung terdesak)
4.    What are the management of the tension pneumothoraks ?
5.    What are sign and symptom of the tension pneumothoraks?
a.    Menurut jawaban Ella Awalina : Tanda dan gejala tension pneumothoraks yaitu timbulnya nyeri pada dada, sasak napas, pergerakan dada tidak simetris, adanya kebiruan pada dada
b.    Menurut jawaban Himmatul Cahyani : Tanda dan gejala tension pneumothoraks yaitu suara perkusi paru hipersonor (nyaring) karena udara berlebihan, terdapat defiasi trakea,sesak napas
c.    Menurut jwaban Wahyu Prasetyo : Tanda utama/khas pada pasien tension pneumothoraks adalah pembesaran vena jugularis (daerah leher) karena adanya defiasi trakea, terdesaknya vena dan arteri besar di area paru, adanya jejas di daerah thoraks
6.    What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
7.    What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
8.    What are nursing care of tension pneumothoraks ?
9.    What are classification of breathing disorder?
10.    Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ?
Menurut jawaban Lucky Ariesta P : Indikasi dari needle thorakosintesis yaitu pasien dengan tension pneumothoraks,
11.                   What are the prevent of tension pneumothoraks?
a.    Menurut jawaban Caraka Harya W : Pencegahan tension pneumothoraks yaitu hindari trauma pada bagian dada/thoraks
b.    Menurut jawaban Wahyu Prasetyo : Pencegahan tension pneumothoraks yaitu menghindari udara malam karena adanya tekanan atmosfir
12.                   How are the step of the needle thorakosintesis ?
Menurut jawaban Muhammad Ma’mun Fikri : Tahap-tahap melakukan needle thorakosistes yaitu tentukan daerah trauma, beri needle ukuran nomor empat belas, tusukan pada bgian yang terjadi trauma, ICS 2, buka aboket seteah masuk.
13.                   What is the risc factor of Tension Pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Lucky Ariesta  A.P :  Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks yaitu erjadinya kecelakaan yang luar biasa pada daerah dada, adanya luka pada paru yang menyebabkan udara merembes keluar ke rongga pleura
b.    Menurut jawaban Nur Azizah  : Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks yaitu adanya luka pada pleura, merokok.
c.    Menurut jawaban Muhammad Ma’mun Fikri : Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks yaitu umur resiko mudah kecelakaan
d.   Menurut jawaban Caraka Harya K : Factor resiko terjadinya tension pneumothoraks yaitu faktor pekerjaan seperti pembalap
14.                   Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
Menurut jawaban Wahyu Presetyo :  Adanya trauma dan benturan, adanya trauma di thoraks yang menyebabkan perbedaan tekanan di pleura dan paru. Defiasi ke arah kiri dikarenakan adanya dorongan disfensi leher yang mendesak trakea terdorong kea rah kiri.



Step 4 :
Konsep Map


Step 5
 Pertanyaan Learning Issue
1.      1. What is the etiology of tension pneumothoraks ?
2.      What are the management of the tension pneumothoraks ?
3.      What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
4.      What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
5.      What are nursing care of tension pneumothoraks ?
6.      What are classification of breathing disorder?
7.      Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ?
8.      Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
Step 6
Belajar Mandiri

Small Group Discussion II
Step 7
Jawaban Learning Issue
1.    What is the etiology of tension pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Lucky Ariesta A.P : Penyebab tension pnumothoraks yaitu :
1)   Tension pneumothoraks primer : terjadi tanpa disertai penyakit paru yang mendasarinya
2)   Tensioan pneumothoraks sekunder : terjadi akibat komplikasi  dari penyakit yang sebelumnya
3)   Tension pneumothokas traumatik : terjadi akibat cedera pada dada
4)   Tension pneumothoraks karena tekanan
b.    Menurut jawaban Himmatul Cahyani. : Penyebab tension pneumothoraks adalah karena iatrogenik atau berhubungan dengan trauma. Seperti :
1)   Trauma benda tumpul atau tajam
2)   Pemasangan kateter vena sentral (ke dalam pembuluh darah pusat), biasanya vena subclavia atau vena jugular interna (salah arah kateter subklavia).
3)   Komplikasi ventilator
4)   Ketidakberhasilan mengatasi pneumothoraks terbuka ke pneumothoraks sederhana di mana fungsi pembalut luka sebagai katup 1 arah
(Alagaff, Hood,dkk.2005)
c.    Menurut jawaban Shinta Mawarni : Penyebab tension pneumothoraks yaitu terdiri dari:
1)   Trauma benda tumpul atau tajam yaitu meliputi gangguan salah satu pleura visceral atau parietal dan sering dengan patah tulang rusuk (patah tulang rusuk tidak menjadi hal yang penting bagi terjadinya Tension Pneumotoraks).
2)   Adanya tekanan yaitu  terjadi jika paru-paru mendapatkan tekanan berlebihan sehingga paru-paru mengalami kolaps. Tekanan yang berlebihan juga bisa menghalangi pemompaan darah oleh jantung secara efektif sehingga terjadi syok.
(Doenges, Marylin E. 2009) 
2.    What are the management of the tension pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Sitti Nurhaisa : Penatalaksanaan tension pneumothorak yaitu tindakan nedle thoracocentesis atau needle decompression.
1)   Tentukan lokasi di ICS 2 linea mid clavikula
2)   Melakukan desinfeksi dan memperkecil lapangan operasi dengan doek lobang
3)   Gunakan jarum nomer besar (14) untuk menusuk tepi atas iga ketiga
4)   Cabut jarum dari abbocath. Boleh difiksasi boleh tidak
5)   Kemudian dilanjutkan dengan tindakan pemasangan WSD. (Rachmad, KB, Tjahyono, AS, Wibawanto, AW, et al.2002.)
b.    Menurut jawaban Ella Awalina : Penatalaksanaan dari tension pneumothoraks yaitu:
1)   Terapi oksigen dapat meningkatkan reabsorpsi udara dari ruang pleura.
2)   Drainase sederhana untuk aspirasi udara pleura menggunakan kateter berdiameter kecil (seperti 16 gauge angio-chateter / kateter drainase yang lebih besar)
3)   Penempatan pipa kecil yang dipasang satu jalur pada katup helmic untuk memberikan perlindungan terhadap serangan tension pneumotoraks
4)   Farmakologi (Obat simptomatis untuk keluhan nyeri dada)
(Alagaff, Hood, dkk. 2005)
3.    What are the diagnostic test of tension pneumothoraks ?
a.    Menurut jawaban Muhammad Ma’mun Fikri : Diagnosa test yang dilakukan yaitu:
1)   Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara / cairan pada area pleural; dapat menunjukan penyimpangan struktur mediastinal.
2)   GDA : variabel tergantung dari derajat fungsi paru yang dipengaruhi, gangguan mekanik pernapasan dan kemampuan mengkompensasi.
3)   Torasentesis : menyatakan darah / cairan sero sanguinosa.
4)   Hb : mungkin menurun, menunjukkan kehilangan darah
(Bosswick, John A., Jr.2006)
b.    Menurut jawaban ELya Aristantia : Dignostik test yang dilakukan yaitu :
1)   Foto Thoraks
2)   CT-Scan
(Muttaqin, Arif. 2008)
4.    What is the phatofisiology of tension pneumothoraks ?
a.    Meneurut jawaban Wahyu Prasetyo : patofisiologi tension pneumothoraks adalah terjadi ketika udara dalam rongga pleura memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada udara dalam paru sebelahnya. Udara memasuki rongga pleura dari tempat ruptur pleura yang bekerja seperti katup satu arah.Udara dapat memasuki rongga pleura pada saat inspirasi tetapi tidak bisa keluar lagi karena tempatruptur tersebut akan menutup pada saat ekspirasi., Pada saat inspirasi akan terdapat lebih banyak udara lagi yang masuk dan tekanan udara mulai melampaui tekanan.  Peningkatan tekanan udara akan mendorong paru yang dalam keadaan recoiling sehingga terjadi atelektasis kompresi. Udara juga menekan mediastinum sehingga terjadi kompresi serta pergeseran jantung dan pembuluh darah besar. Udara tidak bisa keluar dan tekanan yang semakin meningkat akibat penumpukan udara ini menyebabkan kolaps paru. Ketika udara terus menumpuk dan tekanan intrapleura terus meningkat, mediastinum akan tergeser dari sisi yang terkena dan aliran balik vena menurun. Keadaan ini mendorong jantung, trakea, esofagus dan pembuluh darah besar berpindah  ke sisi yang sehat sehingga terjadi penekanan pada jantung serta paru  kesisi kontralateral yang sehat. (Kowalak, Jennifer P. dkk, 2011)
5.    What are classification of breathing disorder?
a.    Menurut jawaban Caraka Harya Wicaksana : klsifikasi tension pneumothoraks yaitu :
1)   Tension pneumothoraks (px sesak, trakea bergesar dan disertai distensi vena jugularis) tindakannya adalah needle thoracosintesis di ICS 2 midclavikula
2)   Open pneumothoraks (adanya sucking cest wound pada luka, yaitu paru menghisap udara lewat lubang luka) tindakannya adalah tutup kassa 3 sisi yg kedap udara
3)   Masive Haematothoraks (perdarahan dirongga thoraks) lapor dokter untuk segera WSD
4)   Flail chest dengan Kontusio paru perlu definitive (Anonim. 2010)
6.    Apakah indikasi dari needle thorakosintesis ?
Menurut jawaban Nur Azizah : Indikasi dilakukan needle thorakosintesis yaitu :
1)   Tension pneumothorak
2)   Sebagai diagnostik dan teurapetik (seperti pada efusi pleura dengan penyebab yang belum diketahui)
3)   Untuk evakuasi segera udara atau cairan dari ruang pleura
(Alagaff, Hood, dkk. 2005)
7.    Kenapa terjadi defiasi trakea ke arah kiri dan disfensi vena leher?
a.    Menurut jawaban Siti Muamanah : penyebab terjadinya defiasi trakea kearah kiri karena pada tension pneumothoak terjadi peningkatan tekanan udara yang mengakibatkan udara menekan kesegala arah sehingga trakea terdorong kontralateral sedangkan distensi vena leher terjadi karena pada tenseion pneumotorak tekanan vena kava superior membuat tahanan pada darah yang kembali ke jantung sehingga JVP meningkat dan terjadi disfensi pada vena leher.
b.    Menurut jawaban Laila Hidayatul H : Penyebab terjadinya defiasi trakea kearah kiri akibat makin bertumpuknya udara dalam rongga pleura, parenkhim paru terdesak, kolaps, mediastinum bergeser kearah dada yang sehat. Tekanan tinggi pada thoraks dan bergesernya mediastinum yang berisi jantung dan pembuluh darah besar mengakibatkan venous return berkurang. Penderita mengalami syok, vena-vena leher melebar dan trakhea terdorong kearah yang sehat.
( Purnabawa, I Wayan Ade, Putu Pramana Suarjaya. 2013)
8.    What are nursing care of tension pneumothoraks ?
Menurut jawaban Shinta Mawarni dan Elya Aristantia : Asuhan Keperawatan pada scenario yaitu :
a.    Pengkajian
1)   Aktivitas / istirahat Gejala : Dispnea dengan aktivitas ataupun istirahat.
2)   Sirkulasi
3)   Tanda : Takikardi, frekuensi tidak teratur (disritmia)
4)   Psikososial : Ketakutan, gelisah
5)   Nyeri / kenyamanan : Perilaku distraksi, mengerutkan wajah
6)   Pernapasan : Kesulitan bernapas
7)   Keamanan : Adanya trauma dada
b.    Diagnosa
NO
ANALISA DATA
PROBLEM
ETIOLOGI
1.       
Ds : pasien mengeluhkan sesak napas akibat terbentur benda keras pada saat tawuran.
Do : nampak deviasi trakea ke sisi kiri dan distensi vena leher. Terdapat jejas di area dada sebelah kanan. Gerakan dada kiri lebih aktif dibandingkan dada kanan, bising napas di dada kanan lebih lemah daripada kiri, HR : 115x/m, TD : 100/60 mmHg, RR : 36x/m.

Ketidakefektifan pola nafas

Hiperventilasi

c.    Intervvensi :
Diagnosa : Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi
NOC        : Respiratory status :   Ventilation
 Respira tory status : Airway patency
 Vital sign status
       NIC          :
a)    Awasi kesesuaian pola pernapasan bila menggunakan ventilasi mekanik, catat perubahan tekanan udara.
b)   Auskultasi bunyi napas
c)    Catat pengembangan dada dan posisi trakea ((Nurarif, Amin Huda.2015)
Daftar Pustaka
Alagaff, Hood, Dkk. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya : Airlangga University Press.
Anonim. 2010. Basic Trauma Life Support Dan Basic Cardiac Life Support Ed. III. Jakarta: Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118
Bosswick, John A., Jr.2006. Perawatan Gawat Darurat. Jakarta : EGC.
Doenges, Marylin E. 2009. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kowalak, Jennifer P. Dkk ; Buku Ajar Patofisiologi :  “SISTEM  PERNAPASAN- PNEUMOTHORAKS : BAB.7-Hal.253 : EGC-Jakarta, 2011
Muttaqin, Arif. 2008.Asuhan Keperawatan Pada Klien Dangan Gangguan System Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika
Nurarif, Amin Huda.2015. NANDA NIC.NOC ASUHAN KEPERAWATAN.Yogyakarta: Medication Peblishing
Purnabawa, I Wayan Ade, Putu Pramana Suarjaya. 2013. Identifikasi Awal Dan Bantuan Hidup Dasar Pada Pneumotoraks.
Rachmad, KB, Tjahyono, AS, Wibawanto, AW, Et Al.(2002). Penanganan Trauma Thorax. 1st Ed.. Jakarta : Subbag Ilmu Bedah Thorax : FKUI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar